Select Page

Kondisi Makruh Ketika Membaca Al Quran – Ketahuilah bahwa membaca Al Quran merupakan amalan yang disunnahkan secara mutlak kecuali di beberapa kondisi yang dilarang oleh syariat. Kami akan menyebutkan kondisi makruh ketika membaca Al Quran secara ringkas tanpa disertai dalil-dalil karena sudah populer, yaitu :

Kondisi Makruh Ketika Membaca Al Quran

  • Ketika rukuk, sujud, tasyahud, dan kondisi shallat lain selain berdiri. Dalam shallat, hanya kondisi  berdiri saja yan dibolehkan membaca Al Quran, sedangkan dalam kondisi lain seperti rukuk dan sujud dimakruhkan membaca Al Quran. Dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Sayyidina Ali, ia berkata, “Nabi Saw. melarangku membaca Al Quran pada saat rukuk dan sujud.”
  • Bagi makmum, selain surah Al Fatihah pada shallat jahr jika makmum dapat mendengar bacaan imam. Misalnya, dalam rakaat pertama shalat shubuh, bagi makmum dimakruhkan membaca surah Al Quran lain selain surah Al Fatihah. Makmum disunnahkan mendengarkan bacaan surah imam saja tanpa harus mengikuti bacaan surah imam atau membaca surah lain.
  • Ketika sedang duduk di kakus, ketika mengantuk, serta saat khatib sedang khutbah dan ia dapat mendengarnya.

Bagi yang tidak mendengar khutbah tidaklah makruh, tetapi mustahab. Ini pendapat yang dipilih dan benar. Diriwayatkan bahwa Thawus memakruhkannya sedangkan Ibrahim tidak. Pendapat kedua ulama bisa dipadukan sebagaimana pendapat ulama madzhab Syafi’i.

Tidak dimakruhkan qiraah pada saat thawaf. Ini pendapat madzhab Syafi’i dan mayoritas ulama, juga Atha’. Mujahid, Ibnu Mubarak, Abu Tsaur, serta Ashaburakyi sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu undzir. Sedangkan Hasan Al-Bashri, Urwah bin Zubair, dan Malik: memakruhkannya. Wallahu A’lam.

Semoga artikel Kondisi Makruh Ketika Membaca Al Quran ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin

Hubungi admin disini... whatsapp